Thursday, January 7, 2016

Surah As Saffaat Ayat 171 - 182








As Saffaat Ayat 171 Hingga 173

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ
171 - Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ
172 - (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
173 - Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.

Dengan ayat 171 dan 172 Allah telah memaklumkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai mengubati jerih payah baginda di dalam berjuang, bahwasanya bagiamana susah sekali pun, bagiamana hebat sekali pun penderitaan yang baginda hadapi, bagaimana hebat sekali pun tentangan yang baginda terima dari kaum baginda sendiri, namun kemenangan terakhir adalah tetap akan ada pada Nabi Muhammad s.a.w.

Kerana begitulah yang telah ditentukan oleh Allah terlebih dahulu sebelum Allah mengutuskan seorang Rasul. Mereak pasti akan disakiti, mereka akan dicemuh, mereka akan didustakan. Pada ayat-ayat yang telah lalu diterangkan secara ringkas tentang perjuangan beberapa orang rasul, betapa hebat perjuangan mereka itu, namun kemenangan terakhir tetap di pihak mereka juga. Allah memberikan kepastian bahwa mereka pasti akan ditolong.

Semua mereka yang berjuang menegakkan agama Alalh semasa di dunia ini, adalah disebut sebagai tentera Allah. Ataupun Jundullah ataupun Hizbullah. Iaitu orang yang telah mengorbankan diri mereka semata-mata untuk menyampaikan seruan Allah, menuntun manusia ke jalan Allah. Ketahuilah yang perjuangan mereka itu pasti akan menang.

Ini membawa erti bahwa setiap perjuangan akan pasti menempuh pengorbanan. Bila peperangan telah terjadi yang akan tewas akan mencapai shahid. Walaupun di dunia mereka shahid tetapi kemenangan terakhir akan tetap tercapai oleh mereka. Inilah janji Allah yang pasti.







As Saffaat Ayat 174 Hingga 179

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
174 - Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
175 - Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
176 - Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ
177 - Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
178 - Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
179 - Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.
Allah mengingatkan RasulNya, Nabi Muhammad s.a.w. suapya baginda berpaling dari mereka. Maksud berpaling ini adalah jangan mengendahkan halangan dan gangguan mereka terhadap baginda dan kaum mukmin. Jangan pedulikan sikap mereka yang menyakitkan itu, pandang seakan-akan tidak ada saja.

Sehinggalah “sampai suatu ketika.” di mana akan datang masanya Allah akan membalas segala perbuatan mereka samada di dunia ataupun di akhirat nanti. Ini kerana sudah semestinya segala rancangan jahat pihak musyrikin itu pastilah akan gagal juga. Sebab mereka memperjuangkan kebatilan. Bukannya memperjuangkan jalan yang benar. Sudah semestinya yang batil akan kalah dan yang benar akan menang. Dan sepertimana yang kita tahu  Allah telah mengalahkan mereka di dalam perang Badar di mana ramai para pembesar Quraisy telah mati di dalam peperangan itu.

Allah menyuruh supaya baginda melihat akan keadaan kaum musyrikin itu. Hayat mereka semasa di dunia lagi sudah hidup di dalam kebatilan, kesesatan, maka di dunia lagi Allah sudah memberikan pembalasan. Mereka hidup di dalam keadaan berpecah belah. Dan mereka tewas di dalam peperangan menentang kaum mukmin. Itu semasa hayat mereka di dunia. Di akhirat pula tidak usahlah disangkalkan lagi kerana mereka bakal menerima azab yang tak terperi dari Allah.

Dan tidak lama lagi kaum musyrikin Quraisy ini pula akan melihat bahwa agama Islam akan tertegak dan berkembang dengan pesat yang akan menakjubkan seluruh penduduk dunia. Agama Islam yang selama ini mereka tindas dan mereka hina. Ianya akan menjadi agama terbesar di kalangan penduduk bumi.

“Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?”
Dengan bongkak dan sombongnya mereka yang pernah menentang nabi telah meminta, kalau benar ada azab seksaan neraka nanti, maka cubalah bawakan sekarang juga.

Lalu Allah mengingatkan mereka dengan ayat 177 ini, iaitu apabila azab yagn mereka minta disegerakan itu diturunkan Allah di halaman rumah mereka, atau di tempat lapang mereka sedang berkumpul “maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.”  

Maksudnya kalau permohonan nak ditunjukkan azab neraka itu kepada mereka Allah tunaikan, sudah pasti semua mereka akan mati terkejut. Ataupun terbongkang biji mata melihatkan azab yang dahsyat itu. Tidak akan ada yang sanggup bertahan, tidak akan ada yang sanggup melarikan diri ke mana jua pun. Pendekata, pada pagi hari azab itu datang adalah pagi yang penuh kucar kacir dan pagi yang panik bagi mereka.

Sesungguhnya azab itu memang datang juga di peperangan Badar. Seramai 70 orang pembesar utama dan perajurit kaum musyrikin Quraisy telah tewas di dalam peperangan itu.

Maka Allah menasihati nabi, sekiranya kaum musyrikin ini datang kepada nabi dan meminta supaya disegerakan azab turun kepada mereka, janganlah baginda marah dan panas hati terhadap mereka. Kerana apa yang mereka pinta itu pasti akan diberi juga kepada mereka. Mereka pasti akan dapat merasakan sendiri azab itu kelak.

Dan pada waktu datangnya azab itu suruhlah mereka melihat akan bencana yang menimpa mereka dari Allah. Yang mana pada waktu itu tidak akan diterima lagi taubat mereka.  








As Saffaat Ayat 180 Hingga 182

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
180 - Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.

وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ
181 - Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
182 - Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Maha Suci Allah , wahai Rasul, iaitu Tuhan yang Maha Perkasa dan Penakluk dari dicermarkan oleh kaum musyrikin Mekah yang mengatakan Allah itu beranak. Dan ada pula yang mengatakan malaikat itu anak perempuan Allah. Maha Suci Allah dari disifatkan oleh mereka yang sedemikian.

“Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.”
Ucapan selamat sejahtera iaitu ucapan kehormatan dan penghargaan setinggi penghargaan terhadap jasa RAsul-Rasul Allah yang telah diutus ke dunia ini untuk menyampaikan bimbingan dan tuntunan kepada manusia seluruhnya.

Pada ayat 89 telah diucapkan selamat sejahtera untuk Nabi Nuh.
Pada ayat 109 telah diucapkan selamat sejahtera untuk Nabi Ibrahim.
Pada ayat 120 telah diucapkan selamat sejahtera untuk Nabi Musa dan Nabi Harun.
Pada ayat 130 telah diucapkan selamat sejahtera untuk Nabi Ilyas .
Dan sekarang di ayat 181 diucapkan selamat sejahtera buat seluruh Rasul Allah, baik yang disebut namanya dalam surah ini ataupun yang tidak disebut namanya. Baik yang disebut kisahnya di dalam surah ini mahupun yang tidak disebut kisahnya. Semuanya telah berjuang memegang amanat, menyampaikan risalah an menjalankan tugas sehingga selesai.

“Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”
 Segala puji bagi Allah kerana dengan diutusnya Rasul-rasul dan para nabi ke muka bumi ini, dipilih dari kalangan manusia juga, semua ini adalah tanda belas kasihan Allah yang paling utama kepada kita manusia. Untuk menuntun manusia meninggalkan hidup yang gelap gelita tidak tentu arah, kepada hidup yang terang benderang dengan pimpinan wahyuNya.

Maka tidaklah Allah menciptakan manusia itu dan membiarkannya saja. Tetapi Allah menciptakan manusia dan memberikan mereka akal dan Allah menuntun mereka dengan bimbingan wahyuNya. Maka sangatlah besar nikmat Ilahi kepada manusia. Kerana di samping memberikan kenikmatan untuk hidup di atas muka bumi ini, Alah berikan juga mereka tuntunan jiwa. Hidup adalah gabungan jasmani dan rohani. Yang nampak pada lahir dan terasa pada batin. Allah yang menciptakan kita dan Dia pula yang memberitahukan kita tentang Dia dengan perantaraan Rasul.

Oleh sebab itu maka ucapan selamat sejahtera kepada RAsul-rasul utusan Allah dan ucapan puji-pujian kepada Allah yang mengutuskan rasul itu adalah yang wajar dan ianya sebagai intisari kepada kehidupan.  

Rasulullah s.a.w. bersabda :
“barangsiapa yang gembira jika pahalanya ditimbang dengan timbangan yang betul di hari kiamat, maka tiap-tiap penutup dari majlisnya bacalah ketiga ayat ini, “Subhaana rabbika rabbil izzati ammaa yasifuun, wasalaamun alal mursaliin, walhamdu lillahi rabbil aalamiin.”
(Riwayat al Mawardi dari Ibnu Abi Hatim dari Hadis Asy-Sya’bi)

Itulah sebabnya maka selalu jika seseorang membaca sesuatu doa mengharapkan sesuatu dari Allah, lafaz doa itu senantiasa ditutup dengan ketiga ayat ayat penutup dari Surah As Saffaat ini. Walhamdulillahi rabbil ‘alamiin.

Wallahua’lamu bissawaab. Selesai sudah tafsir surah As Saffaat. Alhamdulillah.


Surah As Saffaat Ayat 154 - 170







As Saffaat Ayat 154 Hinga 157

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
154 - Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
155 - Maka apakah kamu tidak sedar?

أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ
156 - Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?

فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
157 - Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.

Di ayat yang lalu kita memahami bahawa kaum musyrikin ini telah mendakwakan bahwa Allah mempunyai anak dan anak Allah itu adalah malaikat dan anak Allah adalah dari jantina perempuan. Subhanallah! Maha suci Allah dari sifat yang didakwakan ini. Sungguh tidak masuk akal sekali.

Kalaulah begini dakwaan dan anggapan kaum musyrikin terhadap Allah, maka Allah menyuruh RasulNya untuk bertanya lagi kepada mereka di ayat ke 154, “Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?” Maksudnya bukankah mereka itu semuanya berakal yang dapat memikirkan apa yang mereka katakan itu samada benar atau salah? Tetapi mengapakah sampai demikian sekali rendahnya perangai mereka itu. Tidak mahu menggunakan akal yang sihat untuk menghukum sesuatu?

Akal manusia sajalah yang dapat digunakan untuk menimbang di antara perkara yang benar dengan yang salah. Jadi Allah suruh tanya lagi,  “Maka apakah kamu tidak sedar?” Sehingga jelas bahwa kata-kata, mahupun anggapan dan dakwaan mereka itu adalah salah semuanya. Yang mengakibatkan celaan itu akan kembali kepada mereka juga akhirnya.

“Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?”
Kalau pun mereka mempunyai bukti yang nyata yang dapat menguatkan pendapat dan pendirian mereka itu maka tunjukkanlah segera. Adakah bukti-bukti itu tersebut di dalam kitab wahyu mereka? Ataupun dari kata-kata sabda pesuruh tuhan mereka? Datangkanlah segera.

Sesungguhnya mereka tidak akan dapat mengemukakan bukti itu. Kerana memang bukti itu tidak ada. Dan tidak pula mereka akan sanggup mengemukakan kitab pegangan mereka. Kerana mereka memang tidak mempunyai kitab. Agama yang mereka pegang itu adalah agama hasil khayalan mereka dan nenek moyang mereka sahaja. tanpa wahyu yang diterima dari Tuhan.






As Saffaat Ayat 158 Hinga 160

وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۚوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
158 - Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),

سُبْحَانَ الَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
159 - Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

إِلَّا عِبَادَ الَّهِ الْمُخْلَصِينَ
160 - Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).

Di sini Allah menceritakan tentang dosa mereka yang lain, iaitu orang-orang musyrik Mekah itu mendakwakan tentang adanya hubungan nasab keturunan antara Allah dengan para malaikat yang sifatnya tidak kelihatan.

Menurut satu riwayat Mujahid di antara kaum musyrikin itu ada yang mengatakan bahwa malaikat itu anak Allah. Lalu Abu Bakar pun berkata, “kalau begitu siapakah ibunya?” lalu mereka menjawab, “Allah itu kawin dengan jin perempuan yang cantik-cantik.”

“Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),”
Maksudnya ialah bahwa jin sendiri sudah lebih tahu, lebih mengerti bahwa mereka adalah sejenis dari makhluk Allah yang di hari kiamat nanti mereka juga akan dibangunkan dan dihadirkan di hadapan Allah, akan dihisab dan dihitung amalannya baik dan buruk dan mereka akan mendapat ganjaran yang setimpal mengikut amalan masing-masing. Tidak ada jin yang mengakui bahwa mereka itu bermenantukan Allah dan bercucukan malaikat.

“Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,’
Tegasnya bahwa Allah itu Tunggal, Maha Berkuasa yang mutlak, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak beristeri dan tidak pula beranak perempuan.

“Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).”
Maksudnya bahwa orang-orang yang telah disucikan rohnya oleh Allah kerana imannya,tidaklah akan turut menganut fahaman yang bodoh dan bohong itu. Kerana mereka telah menerima dan percaya keterangan-keterangan yang diberikan oleh Rasul tentang Allah dan sifat-sifatNya dan KebesaranNya dan KekuasaanNya.



 


 As Saffaat Ayat 161 Hingga 166

فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ
161 - Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,

مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ
162 - sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ
163 - kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.

وَمَا مِنَّا إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ
164 - Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,

وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ
165 - dan sesungguhnya Kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).

وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ
166 - Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).

Allah menjelaskan bahawa segala usaha yang mereka lakukan untuk memperlahankan keyakinan mereka yang salah, seperti menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang lain, sedikitpun tidak akan menyesatkan hamba Allah yang dibersihkan hatinya. Kecuali orang yang membiarkan dirinya dikotori oleh noda-noda kemusyrikan. Orang yang serupa inilah yang akan menjadi penghuni neraka yang menyala, sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.

“Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,”
Ini adalah sanggahan dari para malaikat tentang kepercayaan kacau bilau yang dianut oleh orang-orang musyrikin itu. Sepertimana yang telah disebutkan di dalam ayat 150 terdahulu. Iaitu mereka katakan bahwa malaikat itu adalah anak perempuan Allah. Tetapi di dalam ayat 164 ini malaikat telah menjelaskan bahwa mereka telah ditugaskan dengan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk setiap malaikat. Tugas utama mereka ialah sentiasa beribadat kepada Allah.

“dan sesungguhnya Kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).”
Kata malaikat lagi kepada orang-orang musyrikin ini bahwa sesunguhnya mereka berdiri dengan berbaris dalam mentaati perintah Allah meratakan tumit mereka di dalam barisan bersembahyang dengan teratur. Mereka benar-benar bertasbih mensucikan Allah dari sifat yang tidak layak bagi Alllah. Mereka mengabdikan diri mereka kepada Nya, mereka memerlukan bantuan dari NYa  dan akan sentiasa tunduk akan titah perintah dari Nya.







As Saffaat Ayat 167 Hingga 170

وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ
167 - Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata:

لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ
168 - "Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu.

لَكُنَّا عِبَادَ الَّهِ الْمُخْلَصِينَ
169 - benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".

فَكَفَرُوا بِهِ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
170 - Tetapi mereka mengingkarinya (Al Qur'an): maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

Ayat 167 hingga 169 adalah menyatakan tentang penyesalan kaum musyrikin. Kerana mereka tidak mendapat peringatan sebagaimana yang diterima oleh orang zaman dahulu itu. Yang mereka maksudkan dengan peringatan itu adalah kitab suci. Merak mengatakan kalau sekiranya mereka mendapat kitab peringatan sepertimana umat-umat terdahulu, sepertimana umat Yahudi mendapat kitab taurat dan umat Nasrani mendapat kitab Injil, tentulah dari dahulu lagi mereka telah menjadi hamba Allah yang suci dan beriman.

Sekarang ini Nabi Muhammad s.a.w. telah pun diutuskan kepada mereka. Bahkan baginda telah pun membawa perintah iaitu Al Quran sebagai wahyu dari Ilahi. Ianya bukanlah karangan baginda sendiri. Al Quran itu diturunkan dengan bahasa mereka sendiri yang senang dan mudah mereka fahami.Tetapi kenakah mereka masih menolaknya?

“maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).”
Peringatan yang mereka sebutkan itu sekarang ini telah datang. Tetapi mereka tetap mengingkarinya juga. Mereka tolak dan mereka tuduh yang ianya sihir dan ianya hanyalah karangan puisi dari Nabi Muhammad saw semata.

Maka Allah mengingatkan kepada mereka dengan ayat 170 ini bahwa nanti mereka bakal mengetahui akan akibat buruk yang akan mereka terima di atas kekufuran mereka itu . Seksaan Allah dan azab yang tak terperi dari Nya pasti akan menimpa mereka di akhirat nanti.

Jelaslah ayat ini mengandungi ancaman yang keras di atas keingkaran mereka terhadap Allah dan sikap mereka yang mendustakan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai utusan Allah. 











Surah As Saffaat Ayat 133 - 153







As Saffaat Ayat 133  Hingga 138

وَإِنَّ لُوطًا لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
133 - Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.

إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ
134 - (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua.

إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ
135 - kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ
136 - Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.

وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِمْ مُصْبِحِينَ
137 - Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi,

وَبِالَّيْلِ ۗأَفَلَا تَعْقِلُونَ
138 - dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

Bermula dari ayat 133 ini Allah bagitahu kita tentang kisah Nabi Lut pula. Tersebut di dalam sejarah bahwa ayah kepada nabi Lut adalah saudara kepada Nabi Ibrahim. Sebab itu maka Nabi Lut adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim. Ketika meninggalkan kampung halaman, setelah nabi Ibrahim diselematkan Allah dari pembakaran unggun api, Nabi Ibrahim telah mengajak Nabi Lut berangkat meninggalkan kampung halaman bersama beliau.

Maka Allah bagitahu di dalam ayat 133 bahwa nabi Lut pun juga adalah di antara orang-orang yang diutus oleh Allah juga. Beliau juga adalah salah seorang dari rasul Allah. Di dalam surah-surah yang lain telah banyak diterangkan tentang kisah Nabi Lut ini. Bahwa kaumnya telah berbuat kejahatan yang sebelum ini belum pernah dibuat dek orang, iaitu lelaki berkeinginan kepada sesama lelaki yang lebih muda. Di zaman sekarang dipanggil homoseksual. Penyakit ganjil ini juga telah dipanggil orang sebagai penyakit kaum Lut.

“(Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua.”
Ketika Allah mengutuskan malaikat-malaikat yang menyerupai lelaki-lelaki muda yang berbadan sado untuk turun menemui Nabi Lut di rumah beliau, ianya telah menimbulkan kekecohan di kalangan kaum Nabi Lut . Malaikat-malaikat itu datang menemui Nabi Lut untuk memberitahu bahwa Allah akan menurunkan azab kepada kaumnya dan meminta agar nabi Lut dan keluarga serta orang-orang yang beriman agar meninggalkan negeri itu sebelum waktu Subuh. Maka keluarlah Nabi Lut bersama keluarga dan pengikut-pengikutnya yang lain. Mereka semua ini telah terlepas dari bahaya azab Allah.

“kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.”
Isteri Nabi Lut ini telah tertinggal ke belakang adalah di atas kehendaknya sendiri. Kerana dia tidak percaya kepada seruan suaminya. Maka samalah nasibnya dengan isteri Nabi Nuh ,kerana sama-sama tidak mahu percaya kepada suami yang telah menjadi utusan Allah. Dan mereka juga menentang dakwah suami mereka.

Di dalam surah At Tahrim ayat 10 dijelaskan oleh Allah bahwa isteri Nabi Nuh dan isteri Nabi Lut sama-sama mengkhianati suami mereka. Maka meskipun suami mereka nabi, tidaklah bermakna kenabian suami mereka itu akan dapat menolong mereka dari azab Allah. Azab Allah akan diterima oleh sesiapa saja bergantung kepada amalan buruk yang telah mereka lakukan. Jadi di sini isteri Nabi Lut telah mengengkari seruan Nabi Lut sendiri maka layaklah untuk dia masuk ke neraka bersama-sama orang-orang yang lain yang turut menzalimi diri mereka sendiri.

“Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.’
Setelah Nabi Lut dan pengikutnya telah meninggalkan perkampungan mereka, maka datanglah azab Allah terhadap mereka yang telah berbuat keji dan nista itu. Para ahli tafsir mengatakan bahwa orang-orang perempuan yang telah turut dihancurkan juga, kerana di kalangan perempuan itu telah berjangkit pula penyakit yang sama terhadap sesama perempuan. Di zaman ini dipanggil lesbian.

“Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi,’
Allah menggesa kaum musyrikin Mekah agar mereka pergi melihat sendiri dan mengambil tauladan dari peristiwa kebinasaan negeri Sadom tersebut disebabkan penduduknya yang derhaka kepada Allah dan mendustakan Rasulnya. Perkara ini ditekankan kepada kaum Quraisy Mekah kerana mereka sebagai pedagang  amat kerap berlayar dari Mekah ke negeri Syam dan melintasi kawasan itu samda pada waktu pagi mahupun malam. Maka akan kelihatanlah bekas negeri Sadom yang telah dibinasakan itu dengan jelas sekali. Oleh sebab itu perhatian mereka ditarik supaya memikirkannya, untuk dijadikan tauladan dan pengajaran kepada mereka.








As Saffaat Ayat 139 Hingga 144

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
139 - Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
140 - (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
141 - kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
142 - Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
143 - Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
144 - niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Di dalam ayat ini Allah memberitahukan kisah Nabi Yunus pula. Sesungguhnya Nabi Yunus ini adalah seorang Rasul Allah. Dialah yang bernama Dzin Nun bin Matta. yang berbangsa Ninive, iaitu bangsa purba yang hidup di sekitar Mausir, di pinggir laut.

(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,
Maksud lari di sini adalah lari ataupun mengelakkan diri dari kewajipan. Seumpama seorang perajurit, ketika menghadapi musuh di medan perang besar, tiba-tiba ia menghilang keluar dari barisan lalu menyembunyikan diri entah ke mana.

Maka diceritakanlah bahwa Nabi Yunus ini telah diperintahkan Allah untuk melakukan dakwah kepada kaumnya di negeri Ninive itu. Tetapi rupanya seruan beliau tidak dipedulikan oleh kaumnya. Sehingga beliau telah menjadi jauh hati, lalu merajuk dan segera pergi meninggalkan kaumnya. Meninggalkan negeri itu dengan rasa kecewa dan marah. Ataupun mungkin juga Nabi Yunus tidak kuat menghadapi rintangan dan keingkaran dan kederhakaan oleh kaumnya yang tidak mahu menerima teguran itu. Lalu beliau pun terus meninggalkan negeri itu dan berjalan menuju ke tepi laut.

Sesampai di tepi laut kelihatan sebuah kapal yang hendak membongkarkan sauhnya untuk memulakan pelayaran ke laut lepas. Sebenarnya kapal itu telah sangat sarat dengan barang-barang dan dengan penumpang lain. Tetapi Nabi Yunus tidak terfikirkan hal itu. Beliau hanya memikirkan untuk lekas-lekas pergi meninggalkan negeri itu. Oleh kerana kapal itu hendak berlayar maka beliau pun segera naik untuk menumpang.

Lalu berlayarlah kapal itu dengan muatan yang sangat sarat. Di tengah pelayaran, datanglah ombak dan gelombang yang kian lama kian besar. Saratnya kapal dengan muatan akan menyebabkan bahaya kepada kapal itu. Jika datang alun dan gelombang yang besar, kapal itu kemungkinan akan tenggelam. Maka berkatalah nakhoda kapal tersebut bahwa supaya selamat, hendaklah dibuang isi kapal yang ada. Isi kapal yang dimaksudkan adalah barang muatan dan termasuklah penumpang kapal itu sendiri. Dan untuk menentukan siap ayang mesti dikeluarkan maka akan diadakan undian.

Maka penumpang-penumpang itu termasuk Nabi Yunus sendiri pun mengundilah, Siapa yang kalah mengundi dialah yang terpaksa terjun dari kapal itu. Sekali mengundi nama Nabi Yunus naik sebagai orang yang kalah. Dua kali untuk nama Nabi Yunus juga yang naik sebagai orang yang kalah. Jadi beliaulah yang terpaksa terjun keluar dari kapal itu. Maka tahulah Nabi Yunus bahwa disebabkan kerana kepergian beliau meninggalkan negeri dan kaumnya dengan perasaan kecewa dan marah, dengan tanpa izin Allah, maka terpaksalah dia terjun ke laut.

Sebaik saja Nabi Yunus terjun ke laut, beliau telah disambar oleh seekor ikan nun yang besar, terus saja ditelan oleh ikan itu dan masuklah Nabi Yunus ke dalam perut ikan nun itu. Di dalam keadaan gelap gulita dan tercela. Akibat dari meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah. Tahulah beliau, bahwasanya sepatutnya beliau harus bersabar semasa menderita menghadapi penganiayaan kaumnya sebagaimana bersabarnya para rasul yang lain terhadap kaum masing-masing.

Maka duduklah Nabi Yunus di dalam perut ikan nun itu dengan bertasbih memohon keampunan dari Allah. Diberitahukan bahwa Nabi Yunus ini adalah seorang nabi yang suka bertasbih kepada Allah. Bahkan di dalam perut ikan nun itu pun Nabi Yunus duduk bertasbih tidak lepas-lepas.

Tasbih dan doa Nabi Yunus semasa berada di dalam perut ikan nun adalah sepertimana ayat 87 surah Al Anbiya  :

لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنّى‏ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ
"Bahawa tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim" (QS Al Anbiya’ : 87)

Doa ini telah didengar oleh Allah maka Nabi Yunus pun dibebaskan dari perut ikan nun. Kalau tidak, “ niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Itulah kata-kata yang halus sebagai ganti untuk kata ‘mati’. Sebab ikan itu sendiri pun tentu tidak akan hidup sampai hari kiamat. Oleh kerana itu maka badannya akan hancur dalam perut ikan nun. Tidak diberitahukan berapa lama Nabi Yunus berada di dalam perut ikan nun itu. Allah tidak memberitahu di dalam Al Quran dan tidak pula ada hadis yang sahih dari Rasulullah sendiri.









As Saffaat Ayat 145 Hingga 148

اهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
145 - Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ
146 - Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
147 - Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ
148 - Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

Maka keluarlah Nabi Yunus dari perut ikan nun itu. Nabi Yunus didamparkan di tepi lautan yang tanahnya tandus, jarang terdapat tempat yang subur ditumbuhi kayu kayan. Yang ada di sana hanyalah pasir sahaja. Setibanya di daratan Nabi Yunus berada di dalam keadaan lemah dan sakit. Hal ini disebabkan penderitaan selama dalam perut ikan.

Untuk memelihara Nabi Yunus dari kepanasan matahari dan kedinginan malam, maka Allah telah menumbuhkan sebatang pohon yang berjenis rimbun dan rendang. Ada juga yang kata pokok itu adalah pokok kundur ataupun pokok labu batang. Jadi Nabi Yunus telah dapat menyelimuti badannya dan berlindung dari panas matahari dengan daun dari pokok tersebut. Buahnya pula boleh dimakan untuk memenuhi keperluan hidup.

Setelah pulih kesihatannya, lalu Allah memerintahkan Nabi Yunus supaya segera kembali kepada kaumnya di negeri Ninive itu, yang jumlah penduduknya adalah menjangkau 100,000 orang atau lebih. Nabi Yunus pun segera menuruti perintah Allah dengan baik kerana tidak mahu mengulangi kesalahan yang telah dilakukan dahulu.

Kali ini dakwah Nabi Yunus telah diterima dan mendapat sambutan dari kaumnya. Mereka semuanya telah beriman. Mereka telah sama-sama insaf akan kesalahan masing-masing. Baik pengikutnya mahupun Nabi Yunus sendiri. Nabi Yunus pun tidak suka marah-marah lagi. Dengan itu berhasillah usaha Nabi Yunus untuk mengajak kaumnya ke jalan tauhid dek kerana pengalaman yang pahit yang telah dilaluinya itu. Sehingga mereka telah dikurniakan Allah dengan kenikmatan hidup yang banyak sewaktu hidup di dunia sampailah mereka mati.

Sisters,
Apabila kita renungkan ayat-ayat yang menceritakan kisah Nabi Yunus ini, ada dua perkara yang ditonjolkan tentang kelebihan Nabi Yunus ini. Pertama ialah Nabi Yunus ini selalu saja duduk bertasbih kepada Allah. Maka dengan sebab itulah beliau telah selamat dari bahaya. Kedua ialah setelah Nabi Yunus pulih dari sakit, beliau pun bersegera  kembali kepada kaumnya dan mereka semua pun  beriman.

Jelas di sini bahwa kedudukan beliau adalah tidak sama dengan nabi-nabi yang sebelum ini yang diceritakan seperti nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Harun, Nabi Lut dan Nabi Ilyas. Kalau sisters boleh ingat, di ayat-ayat terdahulu yang menceritakan nabi-nabi ini, ada diucapkan ‘selamat sejahtera’ kepada setiap seorang dari mereka semua.  Tetapi Nabi Yunus tidak diucapkan ‘selamat sejahtera’.

Barangkali sebabnya ialah kerana beliau telah meninggalkan kaumnya dari terus menyeru mereka kepada Allah. Akan tetapi martabat belaiu sebagai seorang rasul Allah telah dapat beliau tebus dan perbaiki semula setelah beliau sembuh. Dan beliau telah berhasil menyeru ajaran tauhid itu kepada lebih seratus ribu orang kaumnya. Dan mereka semua ini telah beriman. Ini telah memperbaiki kedudukan beliau sebagai seorang Rasul. Namun cacat yang bermula tadi dengan secara adil telah disebutkan juga oleh Allah, untuk  dijadikan peringatan bagi tiap-tiap pejuang yang menyambung tugas rasul dan nabi Allah.








As Saffaat Ayat 149 Hingga 153

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
149 - Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah): "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ
150 - atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)?

أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ
151 - Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:

وَلَدَ الَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
152 - "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.

أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ
153 - Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?

Setelah memberikan contoh teladan dari kisah para nabi dan rasul Allah, kini Allah berbalik semula kepada orang-orang musyrikin. Orang-orang musyrikin ini mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak perempuan Allah. Ada juga yang lancang mulut mengatakan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu bangsa dan jenisnya adalah perempuan. Sebab itulah nama-nama berhala itu semua adalah nama perempuan dan tidak ada yang nama lelaki. Umpamanya Latta, Uzza, Manaata, semuanya adalah nama perempuan.

Sekarang Nabi Muhammad s.a.w. disuruh bertanya kepada orang-orang musyrikin ini "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,” Mereka kata bahwa malaikat itu anak Allah dan malaikat itu semuanya perempuan. Jadi anak Allah itu perempuan semuanya?

Dan mereka pula tidak senang kalau mereka mendapat anak perempuan. Mereka merasa malu dan marah kalau dapat anak perempuan. Bahkan ada yang membunuh anak perempuan mereka, ditanah hidup-hidup kerana sangat bencinya mereka kepada anak perempuan.

Sekarang ini bagaimanakah perasaan mereka kepada Allah kalau mereka kata bahwa anak Allah adalah perempuan dan malaikat itu adalah perempuan. Bukankah dengan berbuat zalim kepada anak perempuan mereka itu bermakna mereka telah menghina Allah?

Apakah Allah itu mereka anggap hina, kerana anakNya adalah perempuan semuanya? Dan mereka itu lebih mulia dari Allah kerana mereka ada yang mendapat anak lelaki? Atau mereka sendiri yang berjantina lelaki, adakah mereka lebih mulia dari malaikat yang mereka kata semuanya perempuan?

“apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)?”
Inipun satu dongeng yang mereka reka-reka sesuka hati mereka sendiri. Mereka kata bahwa malaikat itu adalah perempuan. Dari manaaa la mereka dapat berita ini? Adakah mereka turut sama menyaksikan saat malaikat itu lahir ke dunia? Atau adakah di antara mereka yang pernah melihat malaikat, sehingga jelas bagi mereka bahwa memang malaikat itu berjantina perempuan?

Sangat jelas betapa buruk dan palsunya iktikad orang-orang musyrikin itu. Sesungguhnya sudah jelas kebohongan apa yang mereka dakwakan itu, dan betapa dustanya iktikad mereka kerana mengatakan Allah itu mempunyai anak. Ianya adalah kata-kata bohong dan tidak boleh dipercayai.

Malahan mereka itulah yang sebenar-benarnya pendusta dan pembohong. Sememangnya tidak masuk akal langsung tindakan mereka memilih dengan mengutamakan anak-anak perempuan itu bagi Allah. Dan tidak meletakkan anak lelaki bagi Allah. Walhal kalau mereka sendiri yang terkena untuk memilih, mereka akan memilih anak lelaki dan mereka sama sekali tidak mahu anak-anak perempuan. Sisters boleh rujuk surah Al Isra’ ayat 40 untuk keterangan lanjut mengenai pemilihan anak perempuan dan anak lelaki ini.